Advertisement

Afiks dan Modalitas, Sejak semula kita membedakan antara monem gramatikal dan monem leksikal. Yang menjadi masalah sekarang adalah di dalam ka­tegori mana afiks dapat ditempatkan? Afiks, seperti juga monem gra­matikal, membentuk kelas kata dan berjumlah terbatas. Oleh karena­nya dapat dikelompokkan dalam monem gramatikal. Namun, secara tradisional, afiks tidak tampil sebagai entri khusus di dalam kamus. Tetapi, tentu saja tidak ada ketetapan yang pasti.

Yang nampaknya lebih layak adalah seperti juga modalitas, afiks tidak mungkin disertai determinator karena sintemlah yang di sini berbentuk kata turunan yang dapat disertai determinator. Namun, dalam kondisi itu, kita juga harus membandingkan modalitas-moda­litas yang menjadi dasar afiks dalam lavage ‘pencucian’, kata dasar lay- tidak lebih mungkin disertai determinator daripada sufiks -age.

Advertisement

Namun, ada kasus-kasus di mana pengukuran kemungkinan kombinasi memungkinkan untuk mengoposisikan dengan jelas afiks dan modalitas: jika kita telaah tisse /tis/ ‘menenun’ dan tissage / tis + ai/ ‘penenunan’, kita melihat bahwa unsur yang pertama dapat dikombinasikan dengan sederet modalitas waktu, modus, dsb., atau modalitas verbal, sedangkan yang kedua tidak dapat disertai oleh satu modalitas pun, namun hanya oleh jenis modalitas yang lain, seperti artikel, posesiva, jamak. Itu (lihat juga 4.40) berarti bahwa afiks -age yang memiliki daya metamorfose “sebuah verba menjadi sebuah no-mina”, tidak sama dengan modalitas apa pun yang kehadirannya hanya menegaskan ciri verbal atau nominal dari inti tempatnya me­lek at.

Dipandang dari sudut lain, kita melihat bahwa unsur-unsur yang membentuk sintem tidak mungkin disertai determinator karena me­reka telah kehilangan otonomi semantisnya. Sedangkan modalitas selalu memilikinya, namun karena valensinya yang sangat umum, ti­dak mungkin dirinci.

 

Advertisement