ARTI ATRIBUSI SOSIAL

adsense-fallback

Setelah manusia melakukan persepsi sosial, hal selanjutnya yang dia lakukan adalah atribusi sosial. Dengan atribusi sosial, manusia memperkirakan apa yang menyebabkan orang lain itu berperilaku tertentu. Apa yang ada di balik perilakunya? Orang seperti apa dia? Bagaimana sifat-sifatnya? Apa niatnya? Bagaimana sikapnya? Apa maunya dia dari aku?, dan seterusnya. Menurut Myers (1996) kecenderungan memberi atribusi disebabkan oleh kecenderungan manusia untuk menjelaskan segala sesuatu (sifat ilmuwanpada manusia), termasuk apa yang ada di balik perilaku orang lain.

adsense-fallback

Dasar untuk mencari penjelasan itu menurut F. Heider (1958) yang terkenal sebagai tokoh psikologi atribusi adalah akal sehat (commonserise). Seeara akal’ sehat, ada dua golongan yang menjelaskan suatu perilaku, yaitu yang berasal ‘dari orang yang bersangkutan (atribusi internal) dan yang berasal dari ling- kungan atau luar diri orang yang bersangkutan (atribusi eksternal). Contohnya, kalau anak memperoleh nilai rapor yang jelek, maka sebabnya dapat saja karena anak itu malas, terlalu banyak main atau bodoh (atribusi internal), atau karena ada masalah dengan lingkungannya, orang tuanya bercerai, hubungan yang jelek dengan orang tua, ditekan oleh teman-teman, gurunya tidak menarik, dan sebagainya (atribusi eksternal).

Sebetulnya kedua atribusi itu dapat terjadi sekaligus (internal dan eksternal), tetapi menurut Heider, orang cenderung untuk memilih salah satu saja. Misalnya, kalau istri membuat kopi yang enak, suaminya akan berkata, “Memang kopi merek ini paling sedap sedunia” (atribusi eksternal), tetapi kalau kopinya tidak enak suami akan berkata: “Dasar payah kamu, Bu, bikin kopi saja tidak bisa!” (atribusi internal) (Hewstone, 1989).

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback