APAKAH MANUSIA BERSIFAT SOSIAL?

adsense-fallback

Pertanyaan ini sudah menjadi pertanyaan klasik yang timbul sejak para pemikir dan peneliti mengkaji perilaku manusia berabadabad yang lalu. Benarkah manusia selalu bersifat sosial seperti yang tercermin dalam arus mudik itu, ataukah manusia lebih mementingkan diri sendiri seperti yang tercermin dalam perilaku pencopet, atau supir bus yang seenaknya menaikkan tarif ketika lebaran, atau seperti yang tampak dalam berbagai perang, terorisme, persaingan dagang, prasangka rasial, dan sebagainya?

adsense-fallback

Dalam hubungan ini ada dua pendapat yang saling ber tentangan, sebagaimana dikemukakan oleh David Schneider (1976). pendapat kaum Stoic yang menyatakan bahwa manusia adalah bagian dari dunia keteraturan yang alamiah dan rasional sehingga mempunyai tanggung jawab satu dengan yang lain dan secara bersama-sama mengejar kebahagiaan. Karena itu, manusia bersifat koope.ratif, etis, altruis-(suka menolong), dan penuh cinta kasih.”

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback