Advertisement

Tarekat Khalwatiyah, adalah salah sa­tu cabang dari tarekat Suhrawardiyah yang didirikan di Bagdad oleh Abdul Qadir Suhrawardi (w. 1167 (562 H) dan Umar Surahwardi (w. 1234/632 H). Tarekat Suhrawardiyah, yang juga dinamakan tarekat Siddiqiyah (dihubungkan kepada Abu Bakar Siddiq sebagai akhir dari mata rantai sanadnya), banyak berkembang di Afganistan dan India, dan mempunyai ba­nyak cabang di antaranya Jamaliyah, Jala­liyah, Zainiyah, Safawiyah, Rausaniyah dan Khalwatiyah.

Cabang Khalwatiyah, tidak didirikan oleh seorang pendiri, tetapi beberapa orang sufi tertentu di daerah Ardabil, yang terkenal sebagai orang-orang yang dihubungkan dengan nama ini. De­ngan cara demikian lahirlah suatu aliran tasawuf yang mementingkan kehidupan zuhud perseorangan. Tarekat ini pada mulanya berkembang di Syirwan dan Azer­baijan, kemudian meluas ke Anatolia, Si­ria, Mesir, Hijaz dan Yaman.

Advertisement

Tarekat Khalwatiyah merupakan tare­kat populer,yang menghormati pemimpin yang berkuasa, terkenal dengan kekerasan dan kedisiplinan dalam melatih darwis (murid)-nya, dan dalam waktu yang sama memberikan dorongan bagi individualisme. Tarekat ini mengajarkan tujuh macam zikir berdasarkan atas ajaran tujuh ting­katan nafs (jiwa).

Untuk tingkat Nafs alAmmarat (jiwa yang cenderung kepada kejahatan) diajar­kan zikir la ilah ilia Allah (tiada Tuhan selain Allah). Untuk tingkat Nafs alLaw­wamat (jiwa yang mencela kejahatan dan menyesali diri jika kurang dalam berbuat baik, banyak berpikir, ujub, ria dan ingin terkenal) diajarkan zikir Allah, Allah. Untuk. tingkat Nafs alMulhamat (jiwa yang asyik kepada Allah, pemurah dan tidak loba) diajarkan zikir Hu, Hu (Dia, Dia). Untuk Nafs alMutmaiinnat (jiwa yang mantap kepada Allah) diajarkan zikir Haqq, Haqq (Yang Maha Benar, Yang Maha Benar). Untuk tingkat Nafs arRadi­yat (jiwa yang ikhlas bagi Allah) diajarkan zikir Hay, Hay (Yang Hidup, Yang Hidup). Untuk tingkat Nafs alMardiyat (jiwa yang baik perangai dan lemah le,m­but) diajarkan zikir Qayyiim, Qayyrim (Yang Maha Tegak, Yang Maha Tegak). Dan untuk tingkat Nafs alKamilat (jiwa yang sempurna) diajarkan zikir Qahhar, Qahhar (Yang Maha Perkasa, Yang Maha Perkasa).

Berapa kali masing-masing zikir itu ha­rus diucapkan tidak jelas. Meskipun demi­kian ada tats tertib (adab) khusus yang hams dilakukan seorang salik baik sebe­lum, di tengah, atau sesudah berzikir.

Adab yang harus dilakukan seorang sa­lik sebelum melakukan zikir adalah antara lain: tobat dari segala maksiat dan dari segala yang sia-sia, yang tidak bermanfaat bagi akhirat dan menyucikan badan de­ngan mandi atau berwudu.

Adab yang harus dilakukan seorang sa­lik ketika ia berzikir adalah antara lain: duduk di tempat yang suci, seperti ketika salat, memakai pakaian yang baik, memi­lih tempat yang kelam (gelap), memejam­kan kedua matanya dan benar-benar khu­syu dalam zikir.

Sedang adab yang hams dilakukan se­orang salik setelah berzikir adalah tetap – berikhtiar, sambil menanti wand (faidah) dari zikir itu, menahan napas, memperbai­ki hati dan membuka hijab (penghalang) dan nafsu setan. Menahan diri dari minum air, karena minum air itu dapat memadam­kan panas yang didapat dari zikir itu dan dapat menghilangkan rindunya hati ke­pada mazkur (yang diingat), yaitu Allah.

Advertisement