Advertisement

Khutbah artinya pendahuluan, mukadi­mah atau kata pengantar seperti dalam kalimat “khutbat al-kitab” yang berarti pendahuluan, mukadimah atau kata pengantar suatu buku. Pengertian lain dari kata khutbah ialah ceramah atau pidato, yang mengandung penjelasan-penjelasan ten-tang sesuatu atau beberapa masalah yang disampaikan seseorang di hadapan seke­lompok orang atau khalayak.

Dalam pengertian ceramah atau pidato inilah kata khutbah yang umum dipergu­nakan dalam bahasa Indonesia, khususnya di kalangan umat Islam dan itupun lebih banyak dipergunakan untuk pengertian pidato tertentu yang bersifat keagamaan seperti khutbah Jumat, khutbah Hari Raya dan lain-lain, dan tidak untuk pida­to-pidato lain yang tidak berkenaan de­ngan upacara-upacara keagamaan seperti pidato politik, pidato ilmiah dan lain se­bagainya. Hampir tidak pernah didengar sebutan pidato Jumat dan khutbah poli­tik umpamanya, akan tetapi yang umum dipakai adalah khutbah Jumat dan pida­to politik.

Advertisement

Dilihat dan sudut pandangan Islam, khutbah dapat dibagi dalam dua bagian yaitu; khutbah yang disyariatkan agama dan khutbah yang tidak disyariatkan oleh agama. Khutbah yang tidak disyariatkan agama ialah seperti pidato kenegaraan, pidato politik, pidato ilmiah dan pidato­pidato sejenis lainnya yang waktu dan cara-cara pelaksanaannya tidak diatur oleh syariat. Sedangkan khutbah yang disya­riatkan agama ialah khutbah yang waktu dan tatacara pelaksanaannya pada umum­nya telah ditentukan oleh syariat.

Adapun khutbah-khutbah yang disya­riatkan agama Islam ialah:

  1. Khutbah Jumat, yakni khutbah yang disampaikan pada hari Jumat tepatnya sebelum salat Jumat. Menurut keba­nyakan ahli hukum Islam, khutbah Jumat wajib hukumnya.
  2. Khutbah Idulfitri (Hari Raya Fitri), ya­itu khutbah yang disampaikan seusai salat sunnah Idulfitri.pada 1 Syawal se­tiap tahun;
  3. Khutbah Iduladha (Hari Raya Haji/Hari Raya Kurban), yaitu khutbah yang di­laksanakan sesudah melakukan salat sunnah Iduladha setiap 10 Zulhijjah;

Khutbah khusaf (gerhana matahari), yakni khutbah yang disampaikan setelah melaksanakan salat sunhah khusElf asy-syams (gerhana matahari);

  1. Khutbah khusUf (gerhana bulan), yaitu khutbah yang disampaikan seusai me­lakukan salat sunnah khusEif al-qamar (gerhana bulan);
  2. Khutbah istisqa, (meminta hujan), yak­ni khutbah yang boleh dilakukan sebe­lum atau sesudah salat sunnah istisqa (memohon hujan di musim kemarau panjang).

Beberapa khutbah lain yang juga disya­riatkan oleh agama Islam ialah empat khutbah haji yakni khutbah-khutbah yang penyampaiannya berpautan dengan pelak­sanaan ibadat haji. Keempat khutbah haji dimaksud adalah:

Pertama: Khutbah pada hari ketujuh bulan Zulhijjah, yakni sehari sebelum hari Tarwiyah yang disampaikan oleh imam atau wakilnya yang memimpin jemaah haji. Khutbah ini disampaikan di sisi Ka’-bah setelah salat zuhur.

Kedua: Khutbah pada hari Arafah (tang-gal 9 Zulhijjah), disampaikan sebelum me­ngerjakan salat jamak takdim zuhur dan asar yang ditunaikan di waktu zuhur.

Ketiga: Khutbah pada hari Nahar atau hari menyembelih kurban (10 Zulhijjah), dilaksanakan di Mina sesudah sembahyang dan setelah tergelincir matahari.

Keempat: Khutbah pada hari tasyriq kedua/nafar pertama (12 Zulhijjah), yang juga dilakukan setelah matahari tergelincir.

Kecuali khutbah Arafah yang dilakukan sebelum salat zuhur dan khutbahnya ter­diri atas dua khutbah, khutbah-khutbah haji yang lain dilakukan sesudah sembah­yang zuhur dan khutbahnya hanya sekali.

Selain yang telah disebutkan di atas, masih ada lagi khutbah yang disyariatkan agama yaitu khutbah nikah. Khutbah ni­kah, yang disampaikan seusai akad nikah berlangsung, boleh disampaikan oleh orang yang mengakadkan akad nikah itu sendiri seperti penghulu atau naib dan ti­dak mengapa pula disampaikan oleh orang lain yang tidak mengakadkan nikah.

Cara dan waktu pelaksanaan khutbah serta masalah pokok yang disampaikan dalam berbagai khutbah tentu satu sama lain berbeda-beda dan beragam, namtin menyampaikan pesan-pesan keagarr►aan dalam rangka mewujudkan kehidupan ke­luarga dan masyarakat muslim yang ber­takwa kepada Allah merupakan tujuan utama dari pensyariatan setiap khutbah.

  1. Dalam pada itu ketika khutbah sedang berlangsung, pada dasarnya semua jemaah diperintahkan supaya mendengarkan ma­teri khutbah yang disampaikan oleh kha­tib, terutama di waktu khutbah jumat yang seperti telah disinggung di atas hu­kumnya wajib menurut kebanyakan ula­ Di tengah-tengah khutbah jumat ber­langsung, demikian pendapat jumhur, jemaah jumat diwajibkan berdiam tenang dan diharamkan bercakap-cakap walau­pun dalam rangka memerintahkan yang makruf atau melarang hal-hal yang mung­kar dan apakah dia dapat mendengar khutbah yang sedang disampaikan mau­pun tidak mendengarnya. Mereka berpe­gang pada beberapa Hadis Rasulullah yang jumlahnya banyak.

 

Advertisement