Advertisement

Khulud berarti kekekalan. Dalam al-Qur­an terdapat berpuluh-puluh ayat yang me­nyatakan bahwa orang-orang mukmin yang beramal saleh, kelak akan dimasuk­kan Tuhan ke dalam surga (jannat) dan kekal di dalam surga itu; sedangkan orang­orang kafir akan dir►asukkan ke dalam neraka (nar) dan kekal pula di dalam nera­ka itu. Di samping itu, juga terdapat dua ayat yang menyebutkan adanya azab kekekalan (azali al-khuld) yang akan di­rasakan oleh orang yang lalim atau oleh orang-orang yang berada dalam neraka jahanam. Sebuah ayat menyebut neraka itu sebagai negeri kekekalan (dar al-khuld) dan satu ayat lagi menyebut adanya surga kekekalan (jannat al-khuld). Juga ada satu ayat yang menyatakan bahwa hari masuk­nya orang-orang ke dalam neraka jahanam dan ke dalam surga, adalah hari kekekalan (yaum al-khulitd).

Tidak diragukan lagi bahwa makna ke­kekalan telah dikaitkan dengan keberada­an orang-orang mukmin yang saleh di sur­ga dan dengan keberadaan kaum kafir di neraka. Sejauh mana makna kekekalan tersebut, telah menjadi perbincangan di kalangan para ulama. Sebagian berpenda­pat bahwa baik kekekalan mukmin di sur­ga maupun kekekalan kafir di neraka, ha­nya berarti keberadaan yang cukup lama di dalamnya dan bukan tanpa akhir. Me­nurut mereka, hanya Tuhan satu-satu-Nya tanpa akhir. Selain Tuhan, seperti surga dan neraka, serta siapa saja yang memasuki yang mana pun dari keduanya, akan me­ngalami kesirnaan (menjadi tidak ada). Se­bagian lagi di kalangan ulama berpendapat bahwa kekekalan kafir di neraka, hanya berarti selama neraka ada; neraka ini pada suatu saat akan dilenyapkan, dan bila ini terjadi, orang-orang yang pernah memasu­kinya, dengan sendirinya tidak berada da­lam neraka, tapi otomatis masuk surga. Pendapat ini lebih mudah dipahami bila neraka itu dipandang sebagai simbol pen­deritaan di hari akhirat. Dalam pandangan golongan kedua ini, kehidupan manusia di akhirat itu tidak statis, tapi dinamis dan mengarah ke derajat yang lebih tinggi. Se­telah mengalami penderitaan dalam nera­ka demikian lama, azab mereka .itu pada suatu saat akan lenyap dari kaum kafir atau kaum yang berdosa, dan selanjutnya mere­ka berada dalam kenikmatan surga. De­ngan kata lain, azab mereka yang lama itu berfungsi sebagai pembersihan diri untuk mereka yang harus memasukinya, sebelum mendapatkan kenikmatan abadi dalam ke­hidupan yang lebih tinggi (surga).

Advertisement

Selain dari dua golongan di atas, masih ada golongan lain dalam Islam, yang ber­pendapat bahwa baik kekekalan mukmin di surga, maupun kekekalan kaum kafir atau kaum fasik (pelaku dosa besar) dalam neraka, akan berlangsung tanpa akhir.

Advertisement