Advertisement

Khatib adalah kata Arab yang telah men­jadi bahasa Indonesia baku ini artinya ialah ahli pidato, atau orang yang menyam­paikan khutbah What Khutbah). Di Indo­nesia, kata khatib agaknya lebih banyak dipergunakan untuk pengertian yang ke­dua, yakni orang yang menyampaikan khutbah yakni khutbah Jumat dan khut­bah id (hari raya) baik Idulfit•i maupun Idtdadha. Hampir tidak pernah kata kha­tib dipergunakan untuk pengertian atau sebutan bagi orang yang menyampaikan pidato yang bukan khutbah seperti pidato ilmiah, pidato kenegaraan dan lain-lain.

Tugas utama dan pertama seorang kha­tib ialah menyampaikan pesan-pesan (nasi­hat-nasihat) keagamaan kepada jemaah yang mendengarkannya, dan penyampaian khutbah itu akan lebih menyentuh dan di­indahkan para pendengarnya jika di sam­ping materi khutbahnya menarik dan me­toda penyampaiannya tepat juga bila si khatib sendiri mengamalkan ajaran-ajaran agama dengan benar dan baik terutama ajaran-ajaran agama yang ia sampaikan da­lam khutbahnya. Oleh karena itu setiap khatib pada dasarnya dituntut untuk se­lalu bertakwa kepada Allah, dan berakh­lak mulia sehingga dapat dijadikan sebagai surf tauladan oleh umat terutama mereka yang mendengarkan khutbahnya.

Advertisement

Dalam pada itu ada beberapa hal yang penting diperhatikan oleh khatib dalam menyampaikan khutbahnya terutama khutbah Jumat. Di antaranya:

  • menyampaikan salam sewaktu naik mimbar dan menghadapkan pandangan (muka) ke arah para makmum yang men­dengarkan khutbah.
  • berdiri di waktu menyampaikan khutbahnya baik khutbah yang pertama maupun khutbah yang kedua, setelah ter­lebih dahulu terselang dengan duduk ba­rang sejenak antara khutbah yang pertama dengan khutbah yang kedua.
  • khatib sangat dianjurkan mengeras­kan suara di kala ia menyampaikan khut­bahnya agar semua jemaah dapat mende­ngar materi khutbah yang ia sampaikan.
  • menyampaikan khutbah dalam wak­tu yang relatif singkat dan tidak disukai menyampaikan khutbah dalam waktu yang terlalu lama.

 

Advertisement