Advertisement

Kharaj menurut arti bahasa ialah sesuatu yang dikeluarkan, umpamanya sebagian yang dikeluarkan dari hasil tanah pertani­an atau dari penghasilan pekerja buruh. Dalam fikih Islam istilah kharaj berarti suatu kewajiban yang dibebankan atas bu­mi atau atas hasil bumi yang diduduki umat Islam, baik dengan jalan perang, maupun dengan jalan damai, sedangkan penduduknya tetap memegang agamanya masing-masing.

Umar bin Khattab disebut se’bagai orang pertama yang membina lembaga kharaj sebagai sumber keuangan negara. Gagasan Umar dalam hal ini bermula dari lembah subur daerah Irak yang dapat di­kuasai umat Islam. Perbedaan pendapat an­tara sahabat terjadi dengan hebat pada saat hendak menentukan apakah tanah pertanian itu termasuk harta ganimah yang menurut ketentuannya empat perli­ma dari tanah itu harus dibagi antara ang­katan bersenjata yang menaklukkannya, ataukah termasuk hada kekayaan fai’ (li­hat Far) yang merupakan hak umum umat Islam, seperti dipahami oleh Umar bin Khattab. Dengan berbagai alasan, pada akhirnya Umar bin Khattab dapat meya­kinkan para sahabat yang semula menen­tangnya, sehingga mendapat suara bulat bahwa tanah subur itu dianggap sebagai hak seluruh umat Islam dari masa ke ma­sa. Untuk mengolahnya, penduduk asli dibiarkan tetap bertempat .tinggal di situ sambil menggarapnya, dengan kewajiban membayar kharaj (pajak) atas tanah yang ditanami, dan membayar jizyah (lihat Jizyah) sebagai pajak kepala. Kharaj dan jizyah itu dikumpulkan dan kemudian di­masukkan ke baitulmal (kas negara) un­tuk digunakan bagi kepentingan umat Is­lam.

Advertisement

Pada waktu Amru bin al-As dapat me­naldukkan daerah Mesir, banyak sekali tanah pertanian yang dapat dikuasai oleh umat Islam. Dengan berpedoman kepada petunjuk-petunjuk khalifah Umar bin Khattab, tanah itu dibiarkan diolah oleh penduduk aslinya yang memang ahli da­lam pertanian, dengan kewajiban memba­yar kharaj. Amru bin As sebagai gubernur daerah itu, menyisihkan sebagian dari jumlah kharaj yang terkumpul untuk ke­pentingan umat Islam di negeri itu, dan yang selebihnya dikirim ke pusat pemerin­tahan, Madinah Munawwarah. Demikian­lah dilakukan di setiap daerah yang dapat ditaklukkan, seperti daerah Syam dan Khurasan. Di setiap daerah itu didirikan dewan kharaj, yang khusus mengontrol ta­nah pertanian dan bertugas mengumpul­kan hasil kharajnya. Diriwayatkan bahwa pegawai-pegawai dari dewan kharaj terse-but diambil dari penduduk setempat, baik yang beragama Nasrani, maupun yang ber­agama Yahudi, dan dikontrol oleh seorang yang beragama Islam. Mereka bertugas mengumpulkan kharaj. Hasil kharaj yang terkumpul, dikirim kepada khalifah di pu­sat pemerintahan, setelah diambil sebagi­annya untuk pembelanjaan dewan kharaj.

 

Incoming search terms:

  • apa yang dimaksud kharaj
  • pengertian kharaj

Advertisement
Filed under : Review, tags:

Incoming search terms:

  • apa yang dimaksud kharaj
  • pengertian kharaj