Advertisement

Kasab bisa berarti memperoleh dan ju­ga bisa berarti berusaha. Istilah kasab ini dipakai oleh sebagian teolog dalam Islam untuk konsep mereka tentang perbuatan manusia dalam kaitannya dengan perbuat­an Tuhan. Ia adalah konsep yang dianut oleh kaum Ahlus-Sunah wal-Jamaah dan merupakan upaya menghindari paham ja­bariyah dan paham qadariyah.

Menurut paham kasab, manusia tidak­lah majbt7r (dipaksa oleh Tuhan), tidak se­perti wayang yang terkendali di tangan da­lang atau seperti debu yang terombang­ambing oleh tiupan angin (begitu paham jabariyah!) dan tidak pula menjadi pencip­ta atas perbuatan yang timbul pada diri­nya (seperti dalam paham qadariyah), tapi manusia itu memperoleh pada dirinya per­buatan yang diciptakan Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan kamu dan perbuatan kamu, demikian kata penganut paham kasab.

Advertisement

Pertanyaan apa artinya Tuhan mencip­takan perbuatan manusia dan sejauh mana peranan-Nya itu, dijawab tanpa sepakat oleh penganut paham kasab. Sebagian ber­pendapat bahwa Tuhan hanya mencipta­kan gerak secara umum, tapi manusialah dengan kehendaknya menjadikan gerak itu mengambil bentuk tertentu, seperti duduk, berlari, menulis, dan lain sebagai­ nya. Kendati tidak berani menyatakan bahwa manusia menjadi pencipta atas per­buatannya, paham kasab seperti itu hanya berbeda dalam pengungkapan dengan pa-ham qadariyah, tapi• dalam esensi tidak ber­beda. Sebagian lagi tidak menentukan Ba­tas peran Tuhan dalam menciptakan per­buatan manusia itu. Baginya perbuatan manusia itu pada hakikatnya adalah per­buatan Tuhan. Kendati berbeda dalam cara pengungkapan pendirian, paham ka­sab kedua ini dalam esensinya sama, mi­rip, atau sangat dekat dengan paham ja­bariyah.

Advertisement