Advertisement

Karbala adalah suatu tempat bersejarah di sebelah barat laut kota Kufah, Irak. Na­ma Karbala menjadi terkenal terutama ka­rena menjadi ajang pengorbanan Husein bin Ali, cucu Nabi pada 680 (10 Muharam 61 H), yang kemudian dikenal dengan Asu­ra. Pada hari itu Husein yang menuju ke Kufah dan diikuti hampir seluruh anggota keluarganya serta sejumlah pengikut diser­gap pasukan Umayyah yang tangguh. Se­luruh anggota rombongan tersebut tewas, kecuali kaum wanita dan dua orang anak laki-laki, termasuk Ali Zainal-Abidin. Mes­kipun penguasa Umayyah terbukti mam­pu menindas keluarga Ali, khususnya Hu­sein, ternyata konsepsi yang dikernukakan Ali dalam berbagai bidang tetap membuat sebagian kaum muslimin terus tetap ter­ikat dengan anak cucunya.

Peiistiwa Karbala sekaligus menimbul­kan kesedihan dan kemarahan. Bukan saja disebabkan ikatan kekerabatan Husein de­ngan Nabi sehingga penderitaannya mem­punyai dampak yang dalam terhadap per­jalanan kehidupan umat, melainkan pe­ngorbanannya telah mencerminkan simbol perlawanan terhadap kepemimpinan Umayyah yang legitimasinya semakin di­pertanyakan. Potensi peristiwa Karbala se­bagai simbol protes terhadap tatanan yang dianggap tidak lurus dan korup kemudian mengilhami dan melahirkan baik upacara­upacara ritus yang berbelit-belit seperti takziah, marasi dan rudah, maupun gerak­an-gerakan protes sepanjang sejarah Islam mulai dari kelompok Tawwabun 685 (65 H) sarnpai “Revolusi Iran” di bawah Aya­tullah Khomeini (1979/1399 H).

Advertisement

Advertisement