Advertisement

Kafarat berasal dari kata Arab kaffri­rat, yang dalam bahasa Indonesia sering dipergunakan untuk arti keparat, terku­tuk, kafir dan tidak bertuhan. Kafarat juga berarti penebus atau penutup dosa. Dalam istilah hukum fikih, kafarat diper­gunakan untuk sebutan bagi beberapa je­nis hukuman yang dibebankan kepada se­seorang karena- pelanggaran hukum yang dilakukannya. Hukuman yang demikian dinamai kafarat, karena dengan hukuman tersebut dosa si pelaku pelanggaran akan diampuni oleh Allah.

Syariat Islam menyebutkan beberapa macam (hukuman) kafarat.

Advertisement
  1. Kafarat yamin

Kafarat yamin (yamin) ialah hukuman kafarht yang dikenakan kepada sese­orang yang melanggar sumpahnya. Menurut al-Quran (al-Maidah: 89), orang yang sungguh-sungguh bersum­pah dengan rnenyebut nama Allah (se­perti Derni Allah atau Wallahi) kemu­dian melanggar sumpahnya dengan se­ngaja, harus dikenai hukuman kafarat dengan salah satu hukuman berikut:

  1. Memberi makan sepuluh orang mis­kin, dengan ketentuan makanan yang harus dia berikan kepada orang-orang miskin tersebut paling tidak harus sa­ma kuantitas dan kualitasnya dengan makanan yang biasa ia makan bersa­ma keluarganya.
  2. Memberikan pakaian kepada sepuluh orang miskin.
  3. Memerdekakan seorang budak.
  4. Berpuasa selama tiga (3) hari.
  5. Kafarat saum.

Yang dimaksud dengan kafarat saum ialah hukuman kafarat yang dikenakan kepada orang yang melakukan jimak atau persetubuhan (antara suami de­ngan istrinya) di siang hari bulan Rama­dan. Menurut Hadis Nabi Muhammad riwayat jamaah dari Abi Hurairah; sua-

mi dan atau istri yang dengan sengaja (bukan karena lupa atau dipaksa) me­lakukan persetubuhan di siang hari bu­lan Ramadan (dalam keadaan berpuasa Ramadan), harus dikenai hukuman ka­farat berupa:

  1. Memerdekakan seorang budak (ham­ba sahaya). Kalau tidak mampu me­merdekakan budak, maka hukuman kafaratnya berupa:
  2. Berpuasa (di luar bulan Ramadan) selama dua bulan berturut-turut, da­lam arti tidak boleh terselang dengan hari berbuka seperti sehari berpuasa kemudian sehari berbuka dan begitu
  3. Kalau tidak mampu berpuasa selama dua bulan berturut-turut, maka hu­kuman kafaratnya ialah memberikan makanan kepada orang-o rang miskin sebanyak 60 orang, dengan ketentu­an makanan yang diberikan kepada 60 orang miskin tersebut minimal sama kuantitas dan kualitasnya de­ngan makanan yang biasa dimakan oleh terhukum kafarat dan keluarga­nya.

Jika si terhukum kafarat sama sekali tidak rnampu untuk melaksanakan sa­lah satu dari ketiga jenis hukuman di atas, seperti benar-benar sangat miskin dan lemah fisik, maka dia tidak dikenai hukuman kafarat karena hukuman ka­faratnya dianggap gugur.

  1. Kafarat zihar

Kafarat zihar ialah kafarat yang dikena­kan kepada seorang suami yang menzi­liar istrinya (lihat: Zihar), yaitu beru­pa:

  1. Memerdekakan seorang hamba saha­ya (budak);
  2. Kalau tidak mampu memerdekakan budak, ia berpuasa selama dua bulan berturut-turut;
  3. Kalau tidak sanggup berpuasa dua bulan berturut-turut, kafaratnya memberi makan orang miskin seba­nyak 60 orang. (perhatikan al-Quran surat al-Mujadalah: 3 dan 4).
  4. Kafarat karena meninggalkan atau me­langgar sebagian manasik haji.

Seperti diketahui, syariat Islam telah menentukan berbagai aturan tentang pelaksanaan ibadat haji, tidak terkecua­li beberapa yang berwujud larangan. Jika perintah atau larangan tertentu ada yang dilanggar oleh jemaah haji, hajinya tetap dianggap sah dengan ketentuan harus membayar dam atau kafarat lain­nya. Di antara kafarat karena melanggar sebagian manasik haji ialah seperti:

  1. Kafarat karena membunuh binatang buruan di waktu ihram dengan senga­ja. Kafaratnya ialah boleh memilih:

(1) mengganti dengan (menyembe­lih) binatang ternak yang seimbang dengan binatang buruan yang dibu­nuhnya kemudian dagingnya dibagi­bagikan kepada fakir miskin, (2) memberi makan orang-orang miskin dengan harga yang seimbang dengan harga binatang ternak yang dibunuh­nya, atau (3) boleh juga diganti de­ngan melakukan puasa yang jumlah harinya ditentukan menurut jumlah mud yang harus diberikan kepada orang-orang miskin (lihat al-Quran surat al-Maidah: 95), dengan keten­tuan untuk satu mud (lebih kurang 6,5 ons) berpuasa satu hari.

  1. Kafarat dengan memilih antara: (1) menyembelih seekor kambing, atau

(2) berpuasa, atau (3) bersedekah de­ngan memberi makan sebanyak tiga sa (satu sa = 3,1 liter) kepada enam orang miskin. Kafarat ini dikenakan kepada peserta haji yang melanggar salah satu dan beberapa aturan se­perti: mencabut rambut sebanyak ti­ga helai atau lebih, dengan berturut­turut, memotong tiga buah kuku atau lebih, tidak berpakaian ihram (di waktu ihram), melakukan hal-hal yang menjadi pengantar (perangsang­an) bagi persetubuhan di waktu-wak­tu tertentu yang tidak dibenarkan, melakukan hubungan seksual yang merusak ibadat haji atau melakukan persetubuhan (bersenggama) antara tahallul pertama dan tahallul kedua.

Di samping kafarat yang telah disebutkan di atas masih ada jenis kafarat yang lain bagi pelanggaran tertentu di waktu melakukan ibadat haji dan ihram.

Advertisement