Advertisement

Juz’i dan Kulli adalah dua istilah yang lazim digunakan dalam ilmu mantik (logi­ka), Juz’i, yang berasal dari kata juz un (bagian), didefmisikan sebagai lafal (kata) yang maknanya ditujukan hanya untuk sa­tu satuan dengan tidak mengikutsertakan satuan-satuan lainnya. Sedangkan kulli, yang berasal dan kataicullun (seluruh), di­definisikan sebagai lafal yang maknanya mencakup atau menunjuk pada satuan-sa­tuan yang banyak. Sebagai contoh, kata-kata: Muhammad Ali, buku ini, Mekah, Jakarta, Fatimah, Sungai Nil dan sebagainya semuanya dise­but juz’i, karena makna kata-kata tersebut hanya ditujukan pada satuan tertentu dan tidak pada yang lainnya. Kata Muhammad Ali hanya ditujukan pada seseorang yang bernama Muhammad Ali, tidak pada yang lainnya. Kata buku ini pun hanya dituju­kan pada buku tertentu yang ditunjuk sa­ja; demikian juga kata Jakarta, Sungai Nil dan sebagainya hanya ditujukan pada sua­tu tempat tertentu, tidak pada yang lain­nya.

Lain halnya dengan kata-kata manusia, pohon, binatang, mahasiswa, karyawan dan sebagainya. Kata-kata seperti itu dise­but kulli, karena mencakup atau menun­juk pada satuan-satuan yang banyak. Kata manusia dapat mencakup Ahmad, Abdul­lah, Sudirman dan orang-orang Arab atau Indonesia lainnya, atau John, Charles, Black dan orang-orang Amerika atau Ero­pa lainnya. Pokoknya semua makhluk yang masuk dalam kategori manusia (bi­natang yang berakal) baik itu orang Asia, Amerika, Eropa dan sebagainya, yang ma­sih hidup atau sudah meninggal dapat di­cakup atau ditunjuk oleh kata manusia. Kata binatang dapat mencakup atau me­nunjuk beberapa satuan, seperti kuda, kambing, kucing, ayam, ikan, kodok, nyamuk dan makhluk-makhluk lainnya yang termasuk dalam kategori binatang. Demikian juga kata mahasiswa dan karya­wan dapat menunjuk atau mencakup pa­da satuan yang banyak, karena itu disebut kulli.

Advertisement

Advertisement
Filed under : Review,