Advertisement

Jin berasal dari kata janna, artinya me­nutupi, merahasiakan atau melindungi. Pa­ra ahli bahasa Arab sepakat bahwa kata jin adalah Arab ash, karena banyak perkataan Arab yang digubah dan akar kata yang sa­ma, yaitu janna. Misalnya, kata janna da­lam surat 6:77 yang berarti menutupi atau menaungi; kata benda jannah yang diberi makna taman, karena pepohonannya me­nutupi tanah; dan kata janaan yang berarti hati, karena ia tersembunyi dan indera; dan kata majann atau junnah yang berarti perisai, karena ia melindungi manusia; ju­ga kata janin yang berarti -embrio atau janin, karena ia tertutup dalam rahim sang ibu.

Pengertian jin yang digunakan oleh al­Quran ada dua.

Advertisement

Pertama, jin adalah makhluk halus yang tidak dapat dilihat. Makhluk ini dicipta­kan dari api. Tentang penciptaan jin, al­Quran menerangkan: “Dan jin, Kami cip­takan sebelumnya dari api yang amat pa­nas.” (Q. 15 : 27); “Dan Ia menciptakan jin dan nyala api.” (Q. 55 : 15). Adapun fungsi jin ialah merangsang keinginan nafsu rendah. Menurut al-Quran: “Setan yang menyelinap, yang membisikkan bi­sikan jahat dalam hati manusia, dari go­longan jin dan manusia.” (Q. 114 : 4-6)

Kedua, jin dalam arti manusia golongan tertentu. Digunakannya kata jin dalam ar­ti manusia golongan tertentu sudah lazim dalam kepustakaan Arab sebelum Islam. Syair ciptaan Musa bin Jabir, yang berbu­nyi.: Famii nafarat jinni — makna aslinya jinku tidak lari — berarti kawanku yang seperti jin tidak lari. Di sini jelas sekali, bahwa kata jin berarti manusia. Dalam su­rat 46: 29, kata jin digunakan dalam arti orang asing. Dalam ayat itu dikemukakan. bahwa segolongan jin datang kepada Nabi dan mereka mendengarkan al-Quran, lalu mereka beriman kepadanya. Mengingat semua perintah yang termuat dalam al­Quran ditujukan bagi manusia, dan tidak sekali-kali untuk jin, maka dapat dipasti­kan bahwa yang dimaksud dengan kata jin dalam ayat tersebut adalah manusia yang masih asing bagi Nabi. Menurut satu riwayat, yang dimaksud dengan jin dalam surat 46: 29 itu adalah segolongan kaum Yahudi dari Nisibus atau Niniveh.

Advertisement