Advertisement

Jibril, menurut Ikrimah merupakan kata majemuk dari kata Jibr yang artinya ham­ba, dan kata ‘il yang berarti Tuhan. Jadi, Jibril berarri hamba Tuhan. Dalam Is­lam, Jibril adalah nama malaikat yang ber­tugas mengemban wahyu untuk Nabi Muhammad. Jibril, disebut pula Ruhul Amin atau Ruh yang dipercaya (Q. 26:193 — 194) dan juga disebut Rahul Qudus atau. Ruh. Suci (Q. 16:102). Dalam ayat-ayat tersebut, Jibril — Rub yang dipercaya atau Ruh suci — dikatakan mewahyukan al­Quran kepada Nabi Muhammad. Menurut al-Quran, wahyu yang diturunkan kepada para nabi sebelum Muhammad diturunkan dengan cara yang sama (Q. 4:163). Dalam hadis riwayat Bukhari, Jibril disebut an­Namas al-Akbar atau malaikat terbesar yang diserahi tugas menyampaikan risalah suci; dan an-Namus itulah yang pernah muncul di hadapan Nabi Musa. Dalam pa­da itu, Jibril pun disebut rasul atau utus­an, yang dengan perantaraannya, Allah menyampaikan firman-Nya kepada para nabi (Q. 42:51).

Tegasnya, Jibril adalah malaikat yang bertugas mengemban wahyu kepada para nabi, sedangkan malaikat yang lainnya di­katakan sebagai pengemban wahyu kepa­da hamba Allah yang saleh. Kata. al-Qur­an: “Ia menurunkan malaikat dengan (membawa) wahyu atas perintah-Nya ke­pada siapa saja di antara hamba-hamba­Nya yang Ia kehendaki” (Q. 16:2).

Advertisement

Jibril acapkali muncul di hadapan Nabi Muhammad dalam rupa seorang manusia, tetapi adakalanya Nabi meliliat Jibril “dalam bentuk aslinya” dan membentang memenuhi cakrawala. Demikian menurut keterangan hadis riwayat Bukhari. Nabi Muhammad tidak menerangkan bentuk as­linya; boleh jadi bentuk malaikat Jibril tidak dapat dilukiskan; hanya mata roha­ni yang dapat melihatnya. Sekali peristi­wa, Nabi Muhammad. melihat sayap ma­laikat Jibril sebanyak 600 buah, yang me­nunjukkan kekuatan fibril yang luar biasa. Pada peristiwa yang lain, Nabi melihat ma­laikat Jibril berada di atas awan; boleh jadi awan itu merupakan sebagian dari pe­ristiwa kasyaf Nabi.

Advertisement