Advertisement

Jannah, adalah kata Arab untuk apa yang kita sebut taman atau surga. Secara harfiah ia berarti tempat yang terlindung. Kata jannah (al-jannah) sangat sering mun­cul dalam ayat-ayat Quran dan juga dalam hadis Nabi. Ia antara lain digambarkan se­bagai tempat di hari akhirat yang dijanji­kan atau disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang beriman dan beramal saleh, atau untuk orang-orang yang berbuat kebaikan lebih banyak dari berbuat kejahatan. Ia adalah taman yang di dalamnya terdapat sungai-sungai yang airnya tak berubah, sungai-sungai susu yang rasanya juga tak berubah, sungai-su­ngai anggur yang lezat, dan sungai-sungai madu yang murni. Di sana tersedia aneka buah-buahan yang senantiasa ada, dan ter­sedia juga perlindungan (magfirah) dari Allah. Tak seorang manusia pun tahu ten-tang sesuatu (di jannah itu), yang tersem­bunyi baginya, sebagai balasan amal keba­jikan. Tuhan menyediakan sesuatu yang mata manusia belum pernah melihat, te­linga belum pernah mendengar, dan juga tak pernah terlintas dalam angan-angan atau kesadarannya. Memang banyak reze­ki yang tersedia di sana diperkenalkan de­ngan nama-nama yang dikenal di dunia, tapi antara apa yang ada di jannah (surga) itu dan apa yang ada di dunia hanya ter­dapat persamaan nama, sedangkan hakikat keduanya berlainan.

Dengan mempertimbangkan keterang­an-keterangan al-Quran dan Hadis Nabi, timbul dua pandangan di kalangan ulama Islam tentang hakikat jannah itu. Pan­dangan pertama menyatakan bahwa jan­nah itu tidak lain dari alam materi (bersi­fat fisik), sesuai dengan pengertian lahir dari keterangan-keterangan kitab suci. De­ngan demikian kehidupan manusia di sana juga mengambil bentuk jasmaniah. Keba­hagiaannya melalui hal-hal yang bersifat jasmaniah. Pandangan kedua menyatakan bahwa jannah atau surga akhirat itu ada­lah sebutan bagi kebahagian sejati yang bersifat spiritual (rohaniah), yang dirasa­kan oleh roh manusia yang bertakwa, sete­lah roh tersebut berpisah dari badannya. Menurut pandangan ini, kebahagian roha­ni lebih tinggi dan bersifat hakiki terban­ding kebahagiaan lewat jasmani. Kendati jannah itu merupakan simbol kebahagiaan rohaniah kelak pada fase kehidupan akhi­rat, jannah itu perlu dilukiskan dalam ben­tuk-bentuk material (fisik) agar dapat di­pahami oleh seluruh lapisan manusia.

Advertisement

Beberapa nama jannah dapat dijumpai dalam al-Quran, seperti: al-Firdaus (yang berarti taman), Adn (yang berarti keaba­dian), al-Khuld (juga berarti keabadian), an-Ndim (berarti yang penuh dengan ke­nikmatan), dan (berarti tempat kediaman).

Advertisement