Advertisement

Insya Allah mengandung arti jika Allah menghendaki. Kata ini dian­jurkan untuk diucapkan oleh seseorang apabila is menghadapi urusan atau meng­ikat suatu perjanjian dengan orang lain yang akan dipenuhi atau ditepati besok atau pada jangka waktu kemudian yang telah ditetapkan.

Mengucapkan kata tersebut pada haki­katnya merupakan pendidikan mental ba­gi seorang muslim untuk selalu berada da­lam kesadaran ketuhanan. Bahwa apa yang telah direncanakan oleh manusia apa yang akan dia lakukan besok, tidaklah dapat di­pastikan akan berlaku sepenuhnya. Mung­kin akan ada halangan dan rintangan yang tidak diperhitungkan sebelumnya yang membuat urusan dan perjanjian itu menja­di gagal.

Advertisement

Di dalam al-Quran dijumpai keharusan mengucapkanlInsya Allah tersebut, apabi­la seseorang mengikat janji dengan orang lain. Hal ini disebutkan oleh Allah dalam surat al-Kahfi ayat 23 dan 24: “Dan ja­nganlah sekali-kali kamu mengatakan ter­hadap sesuatu: Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi. Kecuali de­ngan menyebut: Insya Allah. Dan ingat­lah kepada Tuhanmu jika kamu lupa, dan katakanlah: Mudah-mudahan Tuhanku akan memberikan petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.”

Menurut riwayat ayat tersebut turun se­bagai teguran kepada Nabi Muhammad yang menjanjikan sesuatu kepada orang­orang Quraisy, tetapi tidak bisa ditepati. Dikatakan ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad tentang roh, kisah Ashabul Kahfi dan kisah Zul­karnain , yang dijanjikan Nabi akan dija­wab besok pagi. Namun sampai besok pa­ginya wahyu tidak turun memberikan ke­terangan tentang hal tersebut, sehingga Nabi sendiri tidak bisa menjawab perta­nyaan-pertanyaan orang-orang Quraisy tersebut. Oleh sebab itulah turun surat al-Kahfi ayat 23 dan 24, yang mengharus­kan Nabi untuk mengucapkan insya Allah apabila menjanjikan sesuatu.

Advertisement
Filed under : Review,