Advertisement

Ihdas (ihda) adalah kata Arab yang ber­arti mewujudkan atau menjadikan. Kata ini bagi para teolog dan filosof muslim mengacu kepada perbuatan Tuhan men­jadikan atau mewujudkan alam. Dengan demikian Tuhan sebagai pelaku perbuatan ihdas, disebut Mutzdii (Yang Menjadikan atau Mewujudkan), sedang segenap alam, sebagai sesuatu yang dijadikan atau diwu­judkan oleh Tuhan, disebut muhddy (yang dijadikan).

Sejauh keterangan di atas, para teolog dan filosof muslim bisa sepakat, tapi se­lanjutnya mereka berbeda pandangan. Pa­ra teolog muslim pada umumnya membe­rikan pengertian bahwa ihdas itu adalah menjadikan (alam) dari tidak ada menjadi ada. Dan pengertian yang diberikan itu, tersirat makna bahwa bukan saja alam per­nah tidak ada di masa lalu, kemudian baru ada karena dijadikan Tuhan, tapi juga pa­da mulanya Tuhan ada sendirian tanpa melakukan perbuatan ihdas untuk “sekian lama”, baru kemudian Ia melakukan ih­das, yakni menjadikan alam.

Advertisement

Pengertian yang diberikan oleh para teolog itu ditolak oleh para filosof muslim pada umumnya. Yang akhir ini memberi­kan pengertian bahwa ihdas itu adalah menjadikan atau mewujudkan. Karena Tu­han yang menjadi pelaku ihdas, maka ih­das itu berlangsung terus-menerus dari ma­sa tak bermula (qadim) sampai ke masa yang talc berakhir Dengan demi­kian alam sebagai muhdas, diwujudkan atau dijadikan Tuhan dari masa tak ber­mula sampai masa yang tak ada akhirnya. Tegasnya, ihdas bagi para filosof muslim bukan mewujudkan dan tiada menjadi ada, tapi tidak lain dan mewujudkan se­suatu dari ada begini menjadi ada begitu, atau merobahnya dari suatu keadaan po­tensial menjadi aktual.

Advertisement