Advertisement

Halal artinya, tidak dilarang, dan diizin­kan melakukan atau memanfaatkannya. Halal itu dapat diketahui adakalanya de­ngan ada suatu dalil yang menghalalkan­nya secara tegas dalam al-Quran atau sun­nah, dan adakalanya dengan mengetahui nya, segala sesuatu yang dijadikan. Allah, selama tidak ada larangan dari-Nya adalah halal atau boleh dimanfaatkan, walaupun tidak ditegaskan halalnya dalam al-Quran dan sunnah.

Dalam satu hadis dijelaskan “Yang halal adalah sesuatu yang dihalalkan Allah da­lam kitab-Nya, yang haram adalah sesuatu yang diharamkan Allah dalam kitab-Nya, dan hal-hal yang tidak disebutkan Allah hukumnya adalah pemberian-Nya, maka terirnalah pemberian-Nya itu, Allah bukan lupa dengan hal-hal yang tidak disebut­kan-Nya.” (H.R. Hakim) Maka baik yang ditegaskan halalnya atau tidak ditegaskan tetapi tidak ada larangan, semuanya ter­masuk kedalam istilah halal atau mubah.

Advertisement

Ketentuan di atas berlaku untuk benda, manfaat dan segala urusan keduniaan. Adapun cara, bentuk dan upacara ibadat, tidak boleh dilakukan kecuali sesuatu yang telah digariskan oleh Allah dan Ra­sul-Nya (lihat Bid’ah).

 

Advertisement