Advertisement

Dirham adalah mata uang. Islam yang terbuat dari perak. Nama dirham sendiri diperkirakan berasal dari kata Yunani drachma. Namun pada masa awal Islam khususnya sebelum masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan, khalifah Umawi kelima, dirham yang beredar di wilayah­wilayah Islam adalah berasal dari Persia (dirham Kisra). Bersamaan dengan upaya Abdul Malik membenahi administrasi pe­merintahannya mata uang baru pun di­edarkan atas namanya. Sampai dengan akhir kekhalifahan Abdul Malik, menurut satu sumber, tiga macam uang dirham te­tap beredar yaitu (a) dirham Persia, (ad­dirham al-bagli atau dirlic7m Kisra), (b) dir­ham khalifah (ad-dirhTnn at-tibri), dan (c) dirham gubernur (baca: al-Hajjaj) yang di­kenal sebagai ad-dirham as-sumairi. Harga dirham pada masa Abdul Malik adalah lebih tinggi dibanding dinar dengan per­bandingan 10 : 7. Namun sebagai satuan alat bayar (kurensi) dengan sendirinya ni­lai dirham selalu mengalami perubahan dan fluktuasi.

Di samping sebagai mata uang, dirham juga dipakai sebagai nama ukuran berat yang berkisar antara 2,97 sampai 3,12 gram. Di zaman modern dirham tetap di­pakai di beberapa negara di kawasan Ti­mur Tengah sebagai nama satuan mata uang.

Advertisement

Advertisement