Advertisement

Dal secara luas dipakai sebagai istilah bagi pelaku dakwah, baik lewat pertemu­an-pertemuan, media massa, maupun ke­giatan misi dan kemasyarakatan. Di sam­ping 2emakaian ini, kata dri (jamaknya du’ah) sebagaimana .juga dakwah pernah secara khusus dipakai untuk mengidentifi­sir para propagandis gerakan-gerakan poli­tik keagamaan melawan penguasa.

Keberhasilan gerakan-gerakan klasik, seperti Abbasiyah dan Fatimiyah, adalah berkat dukungan propagandis yang beker­ja secara terorganisir, teratur, dan bawah tanah. Sebagai gerakan bawah tanah, dak­wah Abbasiyah umpamanya hanya meng­angkat propagandis yang telah terbukti loyalitasnya dan keteguhannya, bukan hanya terhadap doktrin dakwah, melain­kan juga terhadap pribadi pimpinan dak­wah (imam atau sahib ad-da`wah). Walau­pun ketundukan para propagandis adalah ditujukan kepada imam, mereka juga di­bagi-bagi ke dalam hirarki menurut lokasi dan tingkatan. Jadi mungkin sekali di tempat yang dipandang strategis imam di­wakili oleh seorang kepercayaan pribadi (nagib atau na’ib al-imam) yang bertindak sebagai kepala para propagandis setempat. Kemudian untuk mendayagunakan energi para dai dan mengevaluasi perkembangan dakwah secara umum, ditunjuklah koordi­nator ‘(naqib an-nuqabal atas seluruh ja­jaran dakwah baik para naqib atau pun dai yang langsung bertanggung jawab kepada imam. Namun ini tidak menjamin adanya kemungkinan bahwa sewaktu-waktu imam dapat saja memanggil langsung seorang na­ qib atau dai untuk dimintai keterangan atau tanggung jawab. Bukankah memang gerakan bawah tanah semacam dakwah sa­ngat didominasi oleh pucuk pimpinan? Karena ialah penggerak dan referensi uta­manya.

Advertisement

Namun sebagai gerakan anti tatanan politik yang berkuasa, para dai tidak terle­pas dari ancaman hukuman berat oleh pe­nguasa. Walaupun para dai telah menggu­nakan cara yang paling tertutup dan raha­sia, mereka sering terjebak oleh jaringan alat keamanan khalifah. Memang hukum­an yang ditimpakan atas para dai yang ter­tangkap tidak melemahkan semangat kole­ga-kolega mereka, karenanya tidak meng­herankan jika para dai ini sangat yakin dan terikat dengan ajaran dakwah. Di sini­lah letak rahasia keberhasilan I gerakan Abbasiyah dan Fatimiyah yang secara maksimal dan tepatguna telah mengguna­kan tenaga para dai yang terorganisir dan berdisiplin.

 

Advertisement