Advertisement

Dajjal (ad-Dajjal), kadang juga disebut al-Masih ad-Dajjal, adalah nama (sebutan) bagi salah satu tanda akan datangnya Hari Kiamat. Dajjal, yang arti katanya adalah pendusta, digambarkan dalam beberapa hadis dari) berbagai riwayat (Bukhari, Mus­lim, Abu Daud, Ahmad dan lain-lainnya) sebagai seorang laki-laki yang berkulit me-rah, berambut kasar, bermata satu (karena mata kanannya buta), pada keningnya ada tanda kafir, memiliki kekuatan dan kekua­saan yang luar biasa (seperti dapat meng­hidupkan orang mati), mempropaganda­kan kekafiran dan kemusyrikan, dengan memamerkan berbagai macam kemewah an duniawi, para pengikutnya terdiri dari kaum Yahudi, para wanita dan anak-anak haram (hasil hubungan yang tidak sah), dalam waktu singkat (40 hari 40 malam) dapat menguasai dunia kecuali Mekah dan Madinah, akan tetapi kemudian dibunuh oleh Isa al-Masih.

Dalam kitab-kitab karangan orang Nas­rani, Dajjal digambarkan sebagai setan dengan segala sifatnya yang akan menjadi musuh Allah pada Hari Kiamat, seorang raja yang akan muncul pada akhir zaman yang akan mempersatukan umat manusia bersama-sama dengan Bani Israil, dan ta­gut (penguasa yang lalim) dari kabilah Dan yang berkuasa di Yerussalem, yang akan ditumpas oleh Nabi Isa dan bala ten­taranya.

Advertisement

Kata Dajjal sama sekali tidak disebut­kan dalam al-Quran. Al-Quran hanyalah mencantumkan Yakjuj dan Makjuj, yaitu pada surat 18 : 94 (.. . sesungguhnyaYak­juj dan Makjuj mengadakan kerusakan di muka bumi ….) dan pada surat 21 : 96 (Demikian akan terjadi, ketika Yakjuj, dan Makjul dilepaskan dan akan datang me­nyerbu dari setiap ketinggian dan dari puncak gelombang lautan). Tetapi berda­sarkan isyarat hadis yang menyatakan bahwa barang siapa yang membaca sepu­luh ayat pertama dan sepuluh ayat ter­akhir dari surat al-Kahfi (18) akan selamat dari gangguan atau serangan Dajjal, dapat disimpulkan bahwa Dajjal dan Yakjuj dan Makjuj adalah dua nama untuk bangsa itu­itu juga. Kata Dajjal untuk menggambar­kan propaganda keagamaan mereka yang merusak ajaran Islam, sedangkan kata Yakjuj dan Makjuj untuk menggambarkan kekuatan dan kekuasaan mereka dalam bidang kekayaan material dan politik.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa Dajjal, yang dalam al-Quran disebutYakjuj dan Makjuj (kedua-duanya berasal dari akar kata yang sama, yaitu ajja yang ber­arti cepat langkahnya atau sesuatu yang menjadi api yang menyala-nyala), menun­juk kepada suatu bangsa di Timur, atau semua bangsa yang mendiarni bagian uta­ra Asia dan Eropa. Kata-kata ini ada pula yang mengaitkannya dengan orang-orang Barat yang datang menjajah ke dunia Ti­mur.

Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa Dajjal itu berbeda dengan Yakjuj dan Makjuj, kedua-duanya akan muncul dalam wujud yang berbeda, sebagai tanda akan datangnya Hari Kiamat. Mereka umumnya memahami hadis-hadis tersebut secara harfiah, sehingga gambaran mereka tentang Dajjal itu adalah sebagaimana yang digambarkan dalam hadis-hadis di atas.

Advertisement