Advertisement

Black Muslim, sebutan bagi gerakan Muslim Hitam di Amerika yang mirip de­ngan gerakan al-Mandi atau Ratu Adil yang agaknya merupakan reaksi atas se­jarah mereka yang kelam di benua itu. Nama gerakan itu sendiri adalah “Nation of Islam”. Gerakan ini sebenarnya meru­pakan kelanjutan dari gdrakan Pangeran Drew Ali, demikian para pengikutnya me­nyebutkan, yang mendirikan “Moorish Science Temple” 1913 di New Jersey, Amerika Serikat. Ia mengajarkan bahwa mengenali din sendiri merupakan kunci bagi jalan keselamatan. Ia mengaku seba­gai utusan Allah untuk mengembalikan identitas bangsa Afro-Amerika yang di­rampas oleh orang-orang Kristen Eropa. Ajarannya dijelaskan dalam booklet sete­bal 60 halarnan yang disebut “Holy Ko­ran”, tetapi isinya tidak ada persamaan­nya dengan al-Quran. Ia meninggal di Chi­cago 1929 setelah memindahkan pusat gerakannya ke kota itu. Meskipun paham­nya mungkin dikatakan resat menurut muslim ortodoks, tetapi gerakannya ini merupakan pembangkit kesadaran Islam di kalangan masyarakat kulit hitam di Amerika.

Nation of Islam didirikan 1930 oleh Wallace D. Fard (terkenal dengan nama Walli Farrad, Profesor Ford, Farrad Mo­hammed dan sejumlah nama alias lainnya). Ia muncul di kalangan masyarakat kulit hitam di Detroit dan mengaku datang clan Mekah untuk menuntun mereka ke jalan keselamatan, yaitu dengan mengenali din sendiri. la mengelola “Temple of Islam” (semacam pesantren) selama beberapa ta­hun dengan menyelenggarakan pendidikan tingkat dasar dan menengah, pendidikan dan latihan bagi gadis-gadis dan grup para­militer, “Fruit of Islam”. Tahun 1934 ia menghilang dan kedudukannya digantikan oleh pengikutnya yang terkemuka, Elijah Poole (1897-1975) yang oleh Fard nama­nya diubah menjadi Elijah Muhammad. Kepada anggota Nation of Islam, Elijah, mengajarkan bahwa Fard adalah inkarnasi Allah dan dia sendiri, Elijah, adalah utus­an-Nya. Anggota Nation of Islam inilah yang dikenal dengan sebutan “Black Mus­lims”. Menurut Rasul Muhammad, demi­kian Elijah disebut, manusia itu asalnya berkulit hitam, kemudian seorang sarjana yang jahat menciptakan ras kulit putih melalui mesin genetika. Ras kulit putih itu merupakan setan dan beragama Kristen, sedang yang berkulit hitam beragama Is­lam. Allah memperkenankan setan kulit putih memerintah dunia ini selama 6000 tahun yang kini sudah menjelang akhir. Dunia baru nanti akan diperintah oleh bangsa kulit hitam. Mereka harus memi­sahkan din dan masyarakat kulit putih yang korup dan jahat.

Advertisement

Mereka menuntut pemerintah federal untuk memberikan tanah tersendiri bagi bangsa Afro-Amerika, menolak memberi­kan suara dalam pemilihan, menolak tugas militer dan menghormat bendera. Kode etik anggota dijalankan dengan ketat. Alkohol, morfin dan sejenisnya, temba­kau, bioskop, kosmetika dan daging babi dilarang.

Tahun 1950-an, Malcolm Little (1925­1965) yang menjadi anggota Nation of Islam selagi masih dalam penjara, menjadi juru bicara Elijah. Sebagai Malcolm X, ia menolak pendekatan damai yang dilaku­kan oleh Martin Luther King Jr., karena separatisme dan percaya din sangat pen­ting bagi bangsa kulit hitam untuk mem­peroleh persamaan penuh; tetapi ketika beribadat haji 1964, ia menyaksikan ada­nya kosmopolitanisme dalam Islam, se­hingga sadar bahwa doktrin Elijah tidak sesuai dengan Islam yang sebenarnya. Akibatnya, ia berbeda pendapat dengan Elijah, lalu mendirikan organisasi sendiri, “Muslim Mosque Inc.” di New York City. Ia mati terbunuh, tapi baik di masa ke­hidupannya maupun sesudah kematian­nya, Malcolm X berhasil meningkatkan minat masyarakat kulit hitam di Amerika kepada agama Islam. Pada 1975, Elijah Muhammad mening­gal dunia dan kedudukannya digantikan oleh putranya, Warisuddin (Wallace Deen) Muhammad. Ia berusaha mengarahkan anggota anggota Nation of Islam untuk menganut ajaran Islam ortodoks. Ia mene­rangkan bahwa ajaran-ajaran Wallace D. Fard maupun ajaran-ajaran ayahnya hen­daknya dipahami secara tersirat dan bukan secara tersurat. Nation of Islam dijadikan terbuka bagi orang kulit putih yang mau menjadi anggota. Para anggotanya dianjur­kan untuk ikut berpartisipasi dalam ke­giatan kewarganegaraan termasuk politik. Perubahan-perubahan yang radikal ditan­dai dengan mengganti nama Nation of Islam menjadi “World Community of Is­lam in the West”, dan kemudian diganti lagi menjadi “American Muslim Mission”. Nama organisasi terakhir ini menunjukkan bahwa Imam Warisuddin Muhammad menghendaki hubungan yang lebih erat antara Muslim Afro-Afrika dengan dunia Islam yang lebih luas. Akan tetapi per­ubahan-perubahan yang radikal ini ditolak oleh sebagian Black Muslim. Dengan di­pimpin oleh Louis Farrakhan, mereka me­misahkan diri dari American Muslim Missi­on dan menghidupkan kembali ajaran-ajar­an dan ide-ide Elijah Muhammad, demi­kian pula nama organisasinya kembali menjadi Nation of Islam.

Kini orang-orang Amerika hitam yang memeluk Islam jumlahnya makin menan­jak tanpa melalui Moorish Science Temple atau Nation of Islam yang heterodoks, karena organisasi-organisasi muslirn’ sunni telah berusaha untuk memungkinkan mereka mempelajari al-Quran dan sejarah kebudayaan Islam secara langsung.

Advertisement