Advertisement

Beduk adalah suatu macam alat yang dipakai di Indonesia untuk memanggil orang untuk salat atau untuk memperi­ngatkan masuknya waktu salat yang lima. Alat ini terutama banyak dipakai pada masyarakat yang tempat kediaman anggo­tanya banyak yang berjauhan dan mesjid, dan sulit dicapai dengan suara azan. Be­duk ditempatkan di mesjid-mesjid dan

langgar-langgar (surau). Ia terkuat dan tong kayu atau pohon kelapa dengan ukuran agak panjang, sedangkan salah satu dari dua rongganya ditutup dengan kulit kerbau. Beduk yang terbesar, terkuat dan tertua di Indonesia ialah beduk Purworejo.

Advertisement

Selain untuk memberi tahu masuk wak­tu salat yang lima, beduk juga digunakan untuk memanggil warga desa untuk meng­hadiri sesuatu rapat, atau pemberitahuan atas adanya sesuatu bahaya, Setelah Indo­nesia merdeka, beduk juga dipukul di saat detik-detik yang bersejarah; proklamasi kemerdekaan, setiap tanggal 17 Agustus.

Di beberapa daerah di Indonesia, pada subuh dan pagi hari raya Idulfitri dan Iduladha, didengar suara beduk dan suara takbir dan tahmid bersahut-sahutan di mesjid-mesjid dan langgar-langgar, sebagai tanda bagi datangnya hari raya atau ber­akhirnya ibadat puasa.

Advertisement