Advertisement

Barzakh (al-barzakh) menurut bahasa berarti pemisah, tabir, penghalang, atau sesuatu yang terletak di antara dua barang. Kata barzakh itu tercantum tiga kali da­lam al-Quran, dua kali (al-Quran 25:53 dan 55:20) dipakai dengan pengertian pe­misah antara dua lautan, dan pengertian ini tidak menjadi bahan pembicaraan da­lam teologi Islam. Yang dibicarakan dalam teologi Islam adalah kata barzakh dalam al-Quran 23:99-100. Dua ayat ini lebih kurang artinya sebagai berikut: “. . . bila kematian mendatangi salah seorang mere­ka, ia berkata: ‘Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku mengerjakan per­buatan baik yang telah aku lalaikan’. Se­kali-kali tidak! Itu hanyalah kata-kata yang ia ucapkan, sedang di belakang mere­ka terdapat barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.”

Kata barzakh pada surat 23:100 itu me­ngandung arti periode atau keadaan manu­sia sejak dari saat kematiannya (rohnya berpisah dari jasadnya) sampai terjadinya masa kebangkitan (kiamat). Alam barzakh disebut juga alam kubur.

Advertisement

 

Advertisement