Advertisement

Azab Kubur  adalah azab yang dirasakan oleh arwah orang-orang yang banyak berbuat dosa atau orang­orang kafir di alam kubur, yakni alam se­telah kematian di dunia sampai terjadinya saat kebangkitan total di hari Akhirat. Akidah tentang adanya azab kubur itu mempunyai dasar antara lain dalam al­Quran (40:46), yang menyatakan bahwa kepada kaum Fir`aun, yang telah diteng­gelarnk an Tuhan itu; diperlihatkan neraka pada waktu pagi dan sore, sedangkan pada hari kebangkitan kelak mereka akan di­masukkan ke dalam azab yang lebih hebat.

Beberapa hadis yang diriwayatkan orang, memberikan kesan bahwa azab ku­bur itu dirasakan oleh arwah melalui ja­sad-jasad mereka yang ditanam dalam ku­buran, Setelah ditanya oleh malaikat Mun­kar dan Nakir, segera dilakukan pengazab­an, yakni memukulnya dengan besi, se­hingga jeritan mayat didengar dengan jelas oleh makhluk lain, kecuali manusia dan jin. Sebagian ulama, karena memaha­ mi hadis itu secara harfiah, memandang azab kubur itu sebagai penyiksaan secara fisik.

Advertisement

Selain itu juga ada hadis-hadis yang me­nunjukkan bahwa arwah orang-orang yang telah wafat itu berada di tempat tersen­diri, tanpa hubungan lagi dengan jasad­jasad mereka yang sudah ditanam. Apalagi kenyataan menunjukkan bahwa banyak jasad-jasad manusia yang hangus menjadi abu atau habis dimakan binatang. Meng­ingat itu sebagian ulama memandang bah­wa pengalaman merasakan azab-kubur itu tidak lain dari pengalaman spiritual. Ar­wah orang-orang kafir atau kaum yang ba­nyak berbuat dosa, cukup menderita di alam kubur, karena neraka yang akan menjadi tempat penyiksaan mereka kelak di hari Akhirat, telah diperlihatkan secara berulang-ulang kepada mereka. Hadis yang mengesankan penyiksaan secara fisik di­pandang sebagai satu upaya dramatisasi atau materialisasi hal-hal yang bersifat spi­ritual.

Advertisement