Advertisement

Auliya berarti para wali. Kata “wali” mengandung arti teman, kekasih, pengi­kut, orang yang dekat, dan lain-lain. Di dalam al-Quran dijumpai ungkapan asy-syaitan, yang berarti para pengikut setan, dan Allah, yang berarti orang­orang yang dekat dengan Allah, para pe­ngikut Allah, atau para kekasih-Nya.

Keterangan al-Quran tentang auliya Allah relatif singkat. Di sana dikatakan bahwa mereka tidak dihinggapi oleh pera­saan khawatir atau pun sedih; mereka ber­iman dan bertakwa, serta untuk mereka­lah sebenarnya berita gembira dalam ke­hidupan dunia dan akhirat (al-Quran 10: 62-64).

Advertisement

Di kalangan orang-orang tasawuf atau tarekat, berkembang pemahaman bahwa auliya Allah atau para wali Allah adalah orang-orang yang telah berhasil menyuci­kan jiwa mereka sedemikian rupa, sehingga mereka telah pula memperoleh dengan ji­wa yang suci ma`rifah (pengetahuan istimewa) dan Allah; mereka sangat de­kat dengan Allah dan telah menjadi pa­ra kekasih-Nya; juga melekat dalam pemahaman kalangan tersebut bahwa pada auliya Allah itu timbul perbuatan­perbuatan atau keadaan yang luar biasa, sebagai anugerah dari Allah kepada para kekasih-Nya. Keadaan atau perbuatan luar biasa yang terjadi pada para wali Allah itu tidak mereka sebut mukjizat tidak pula sihir, tapi mereka sebut karamah (kera­mat).

Advertisement