Advertisement

Arasy berarti singgasana. Dalam al-Qur­an dijumpai ungkapan `arsyuh (singgasa­na-Nya), yakni singgasana Allah. Para ula­ma sepakat menegaskan bahwa arasy atau singgasana Tuhan itu tidaklah sama de­ngan singgasana yang dibikin oleh manu­sia, atau dengan singgasana apa pun yang dipunyai oleh makhluk-Nya. Sebagian ula­ma sudah merasa cukup mengambil pe­ngertian seperti itu dan tidak mau menjelaskan lebih lanjut. Sebagian yang lain ti­dak merasa cukup berpaham demikian, dan berupaya mentakwilkan kata arasy tersebut. Mereka memandang bahwa arasy itu adalah kata simbolik untuk kekuatan, kekuasaan, atau kerajaan. Dengan demi­kian ungkapan seperti ar-Rdhman ‘ala” al­`arsy istawff, tidaklah mereka artikan Tu­han yang Maha Pengasih bersemayam di atas singgasana, tapi mereka artikan me­megang kontrol atas kerajaan (-Nya). Di­katakan juga dalam al-Quran bahwa Ia (Allah) adalah rabb al- arsy al-`azim, yang dipahami sebagai pengatur kerajaan yang agung.

Advertisement
Advertisement