Advertisement

Anak Haram, yang juga umum disebut dengan istilah anak haramjadah, ialah anak yang lahir di luar perkawinan yang sah. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah itu dinamai anak haram, agaknya karena ia dilahirkan dari perbuatan yang diharamkan yaitu zina (lihat: Zina).

Dalam istilah fikih Islam, anak haram lazim disebut dengan julukan anak zina yaitu anak yang dilahirkan di luar perni­kahan yang dipandang sah menurut sya­riat. Atau dengan kalimat lain, anak zina ialah anak yang dilahirkan seorang wanita sebagai akibat (hasil) dari hubungan seng­gamanya dengan laki-laki yang bukan sua­minya.

Advertisement

Menurut fikih Islam, anak zina hanya mempunyai hubungan nasab (keturunan) dengan ibunya yang melahirkan, tetapi ti­dak dengan “ayah” yakni laki-laki yang menzinai ibunya. Oleh karena itu maka dalam soal waris-mewarisi umpamanya, anak zina hanya berhak mendapatkan wa­risan dari ibunya bila ibunya meninggal, dan demikian pula ibunya berhak meneri­ma warisan dari anak zina yang dilahirkan­nya bila anak itu meninggal dunia. Se­dangkan “ayah” dari anak zina tidak bo­leh mewarisi “anak” hasil zinanya, dan demikian pula sebaliknya anak zina tidak berhak mendapatkan warisan dari “ba­pak” yang menzinai ibunya. Demikian pu­la dalam soal kesaksian dalam perkawinan. “Ayah” anak zina tidak dapat menjadi wali bagi anak zinanya yang hendak ka­win.

Advertisement