Advertisement

Amil Zakat Infaq dan Sedekah, yang lazim disingkat BAZIS adalah nama dari suatu badan atau lembaga yang di­bentuk oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta berdasarkan Surat Kepu­tusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang ditetapkan pada 22 Desember 1973 no. D. III-b 14/6/ 51/73. Badan ini bertugas untuk menge­lola pengumpulan dan pendayagunaan za­kat, infaq dan sedekah dari umat Islam da­lam wilayah DKI Jakarta. Pada mulanya Pemerintah DKI membentuk Badan Amil Zakat (BAZ) untuk mengelola pengum­pulan zakat ini. Pembentukan badan ini diprakarsai oleh Gubernur DKI pada wak­tu itu, Ali Sadikin, dengan tujuan untuk , menghimpun potensi dana umat Islam da­lam bentuk zakat secara terarah sesuai de­ngan tujuan zakat itu sendiri. Untuk itu gubernur kemudian membentuk Badan Amil Zakat (BAZ) yang anggotanya terdi­ri dan unsur-unsur Pemerintah Daerah DKI, unsur Pemerintah Pusat (dalam hal ini Departemen Agama) dan unsur masya­akat, dalam hal ini para alim ulama, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur KDKI Jakarta no. Cb. 14/8/18/1968 15 Desem­ber 1968.

Karena melihat hasil-hasil yang dicapai BAZ sejak 1969 sampai 1972 selalu meng­alami kenaikan yang sangat menggembira­kan, maka untuk meningkatkan usaha pe­ngumpulan zakat tersebut, badan ini di­tingkatkan menjadi BAZIS.

Advertisement

Sebagai aparat Pemerintah Daerah DKI Jakarta, kedudukan BAZIS bersifat ekstra struktural, dengan pengertian bahwa seca­ra struktural organisatoris BAZIS bukan­lah merupakan bagian dari susunan kepe­merintahan DKI Jakarta, melainkan sebagai aparat pelaksana Pemerintah DKI Ja­karta saja. Sebagai aparat pelaksana Peme­rintah Daerah DKI Jakarta yang bertugas membantu Gubernur, maka tugas-tugas pokok dari BAZIS DKI Jakarta adalah merumuskan kebijaksanaan Pemerintah mengenai pengumpulan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah dari dan untuk umat Islam di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan ajaran syariat Islam.

Struktur organisasi BAZIS DKI Jakarta disusun sesuai dengan struktur organisasi Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam aktivitas badan ini un­tuk mengumpulkan dan menyalurkan za­kat, infak dan sedekah kepada yang ber­hak, terutama sekali dalam hal yang me­nyangkut komunikasi dan koordinasi. De­ngan demikian terdapat empat tingkatan organisasi dalam tubuh BAZIS DKI Jakar­ta yang terdiri dari BAZIS DKI Jakarta yang diketuai langsung oleh Gubernur Ke­pala Daerah DKI, tingkat kedua adalah BAZIS Wilayah Kota yang diketuai oleh para Walikota, tingkat ketiga adalah BA­ZIS Kecamatan yang diketuai oleh para Camat dan tingkat keempat adalah BA­ZIS Kelurahan yang diketuai oleh para Lurah.

Dengan susunan organisasi yang disusun secara bertingkat ini diharapkan efektivi­tas kerja dari organisasi ini dapat diting­katkan secara maksimal dalam mengum­pulkan dan menyalurkan zakat, infak dan sedekah dari umat Islam di wilayah DKI Jakarta. Hasilnya, sebagaimana dilaporkan Pemerintah Daerah, semakin tahun sema­kin mengalami kenaikan, seiring dengan kesadaran masyarakat muslim DKI dan ketekunan kerja aparat BAZIS.

Advertisement