Advertisement

Amar Makruf Nahi Munkar, di da­lam al-Quran disebut dengan alamr bi al­ma’n7f wa annahy an almunkar (suruhan untuk berbuat baik serta mencegah dari perbuatan yang jahat), merupakan tema sentral dari panggilan Islam terhadap ma­nusia. Istilah tersebut dijumpai dalam sembilan tempat dalam al-Quran, yakni surat All Imran ayat 104, llo dan 114, surat al-Araf ayat 157, surat at-Taubah ayat ayat 67, 71 dan 112, surat al-Hajj ayat 41 dan ,surat Luqman ayat 17.

Mu`tazilah, aliran teologi Islam yang di­kenal bercorak rasional memasukkan amar makruf nahi munkar ini Ice dalam pokok­pokok doktrin mereka dalam keimanan. Amar makruf nahi munkar menurut Mu’- tazillah hams dijalankan dengan konsek­wen, bila perlu dengan kekerasan. Namun sebelumnya, sebagai yang disebut oleh Imam Zamakhsyari, upaya melakukan ke­kerasan itu adalah langkah terakhir, sete­lah ditempuh langkah-langkah lunak se­perti seruan dan ajakan. Namun sikap kekerasan dalam menegakkan amar mak­ruf nahi munkar ini pulalah yang mem­buat Mu`tazillah mengalami kemunduran.

Advertisement

Doktrin amar makruf nahi munkar itu juga diambil oleh organisasi Muhamma­diyah di Indonesia. Dalam Kepribadian Muhammadiyah dijelaskan bahwa Muham­madiyah adalah persyerikatan yang meru­pakan gerakan Islam. Maksud gerakannya ialah dakwah Islam dan amar makruf nahi mungkar yang ditujukan kepada dua bi­dang, perseorangan dan masyarakat.

Dakwah dan amar makruf nahi munkar pada bidang yang pertama terbagi kepada dua golongan, kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid) yaitu me­ngembalikan kepada ajaran-ajaran Islam yang asli murni. Yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam. Adapun dakwah dan amar makruf nahi munkar ke­dua, ialah kepada masyarakat bersifat per­baikan dan bimbingan serta peringatan. Kesemuanya dilaksanakan bersamaan de­ngan musyawarah atas dasar takwa dan mengharap keridaan Allah semata.

Advertisement