Advertisement

Amal Jariah terdiri dari kata aural dan jariah. Amal berarti pekerjaan atau perbuatan, sedangkan jariah artinya me­ngalir. Jadi, secara harfiah, aural jariah berarti perbuatan yang mengalir atau terus-menerus. Namun demikian, yang dimaksud dengan amal jariah dalam istilah syariat yang juga lazim disebut dengan istilah sedekah jariah, ialah perbuatan baik (amal saleh) yang pahalanya bersifat terus­menerus atau mengalir walaupun orang yang mengerjakannya telah meninggal dunia.

Menurut hadis Rasulullah, “jika bani adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga macam: (1) sedekah jariah (2) ilmu yang bermanfaat (3) anak saleh yang mendoa­kan orang tuanya” (riwayat Muslim dari Abu Hurairah).

Advertisement

Hadis ini menunjukkan bahwa pahala setiap amal saleh yang dilakukan sese­orang di waktu hid up, akan terputus (ter­henti) begitu dia meninggal dunia, kecuali ketiga macam amal perbuatan berikut:

Pertama, orang yang mendidik putra­putrinya dengan benar dan baik, sehingga mereka menjadi anak-anak yang saleh, takwa dan taat kepada Allah, patuh dan hormat kepada ibu-bapak (orang tua), ser­ta sopan dan baik kepada orang lain. Me­nurut hadis di atas, doa anak saleh akan dapat meringankan (dosa) kedua orang tuanya. Demikian pula perbuatan yang lain seperti membayarkan hutang orang tuanya yang sudah meninggal dunia.

Kedua, ilmu yang bermanfaat, baik bagi kehidupan duniawi maupun kehidupan ukhrawi. Ilmu yang ,tidak membuahkan manfaat seperti ilmu yang mengajarkan kejahatan, tidak tergolong ke dalam Ice­lompok ini malahan dilarang dan diha­ramkan mempelajarinya seperti ilmu si­hir.

Ketiga, sedekah jariah, yakni suatu pemberian berupa uang atau barang yang diserahkan seseorang terutama untuk kepentingan umum yang dianjurkan sya­Hat Islam seperti menyumbang pemba­ngunan dan pemeliharaan mesjid, musa­la, madrasah atau sekolah, panti-panti asuhan yatim piatu dan orang-orang join- pc), rumah sakit dan lain-lain yang dipe­rintahkan Allah. Termasuk ke dalam sede­kah jariah ialah wakaf (lihat waketf), bah­kan kata sadaqatin jiiriyatin dalam ha­dis yang disinggung di atas oleh para ula­rria lazim ditafsirkan dengan wakaf.

Berbeda dengan zakat (fitrah maupun harta) yang tergolong ke dalam sedekah wajib, wakaf dan amal jariah lainnya ter­golong ke dalam sedekah talawwu` (su­nah). Namun sungguhpun demikian, se­tiap orang rnukmin pada hakikatnya sangat dianjurkan berbuat amal jariah sesuai kemampuan masing-masing.

Dalam pada itu suatu hal yang patut diingat oleh setiap muslim yang hendak beramal jariah, is hams berniat ikhlas karena Allah tanpa ada pamrih atau mak­sud lain seperti karena ria atau ingin di­puji. Sebab seperti diketahui, keikhlasan niat dalam mengerjakan setiap amal saleh merupakan suatu hal yang sangat penting.

Advertisement