Advertisement

Aidrusiyah adalah nama dari tarekat yang masyhur di kalangan orang Arab Ala­wi. Nama tersebut berasal dari nama salah satu suku Arab Selatan, yang bartyak me­lahirkan sufi-sufi.

Pendiri tarekat ini adalah Abu Bakar bin Syekh Abdullah al-Aidrus bin Abi Bakar as-Sakran yang lahir di Tarim. Ia seorang yang sangat saleh, penghafal al­Quran, belajar ilmu lahir dan batin, serta telah memperoleh ijazah atau khirqah dari beberapa tokoh sufi. Silsilah tarekatnya sambung bersambung sampai kepada Sya­zili, Ibnul Magribi, Abu Madyan, Abdul Qadir Jailani, dan Imam Suhrawardi.

Advertisement

Pada usia dua puluh tahun Abu Bakar dididik dalam dunia tasawuf oleh saudara­nya serta banyak bergaul dengan paman­nya Syekh Umar al-Mandar yang menun­tunnya menempuh jalan suluk. Pamannya ini banyak memberikan pengaruh kepada jiwanya. Ia mengatakan bahwa pamannya mengaruniakan kepadanya tiga tangan, yakni tangan Nabi Muhammad mengenai tarekat kasyaf, tangan Syekh Abdur-Rah­man Saqqaf dan tangan salah seorang Rijal Gaib.

Tokoh lain dari tarekat Aidrusiyah ini adalah Syekh Abdur-Rahman bin Mustafa al-Aidrusiyah. Syekh Abdur-Rahrnan per­tama sekali mendapat ijazah dari ayah dan kakeknya, Sementara itu ia belajar fikih kepada Abdur-Rahman bin Abdullah Bil­faqih. Pada 1153 ia berangkat ke India, berjumpa dengan tokoh tarekat Aidrusi­yah, yang kemudian mendidiknya dalam tarekat zikir sampai ia mendapat ijazah pula.

Kemudian pada 1158 ia berangkat ke Mesir lalu mengajarkan tarekat Aidrusiyah di sana. Salah seorang muridnya ialah se­orang tokoh sufi yang ternama di Mesir, Abdur-Rahman bin Sulaiman al-Misri.

 

Advertisement